Museum Sandi - Yogyakarta


Museum Sandi - Yogyakarta

Salam sejahtera para pembaca,

Tulisan kali ini adalah mengenai museum Sandi di Yogyakarta, yang sempat penulis kunjungi jumat lalu. Jangan khawatir, saya tidak menggunakan bahasa kriptik dalam artikel ini, jadi Anda tidak perlu repot-repot mendekripnya.

Dari museum ini saya belajar banyak mengenai sejarah persandian sepanjang sejarah manusia. Bahasa sandi telah digunakan sejak jaman Yunani oleh para raja, dan mungkin bahkan sejak dikenalnya bahasa hieroglif di Mesir (lihat foto).
Tampaknya bahasa hieroglif yang merupakan variasi bahasa gambar (pictogram) dalam perkembangannya berubah menjadi ungkapan sandi.

Dalam era abad pertengahan, dikenal metode "Cryptex" yaitu menyisipkan pesan dalam sebuah tabung yang dikunci dengan sebuah kode. Jadi pesan itu hanya dapat dibaca setelah pembaca mengetahui kode tersebut.

Pada abad 19 sampai 20 berkembang berbagai metode sandi mulai dari sandi Morse dan juga mesin Enigma. Pada dasarnya proses menyandi terdiri dari 5 langkah:

pesan - enkripsi - kirim - dekripsi - pesan asli

Sehingga banyak metode berkembang dengan berbagai cara. Ambil contoh gampangnya, seseorang menerima pesan kriptik berikut:

2-3-2-2-3-2
A=2

Dengan cepat, pesan tersebut dapat didekrip menjadi:

"aba aba"

Karena 2 berarti A, 3 berarti B, dan seterusnya. Lalu misalnya besoknya ia menerima pesan Morse lagi:

1-4-1 1-16-1
A=1

Maka bunyi pesan itu adalah:

"ada apa"

Begitu kira-kira proses enkripsi dan dekripsi secara sederhananya.

Di museum ini saya juga menjumpai berbagai piranti yang pernah digunakan di negeri ini sejak zaman kemerdekaan, di antaranya adalah "Cryptophone," yang dapat digunakan menelpon namun tanpa dideteksi negara lain.

Rating: **** (very recommended)

Versi 1.0: 26 Januari 2020, pk. 10:51
VC
-------
Catatan dari salah satu situs wisata

Museum Sandi yang berlokasi dekat dengan Tugu Jogja ini merupakan museum pertama dan satu-satunya yang ada di Indonesia. Kamu bisa menemukan aneka koleksi mesin sandi buatan Indonesia dan luar negeri. Tak hanya itu, aneka dokumentasi persandian dalam bentuk gambar dan diorama serta sepeda kurir pengantar sandi rahasia jadi koleksinya.
Museum Sandi jadi tempat untuk belajar tentang sejarah ilmu persandian tanpa dipungut biaya. Bangunannya yang terdiri dua lantai ini memiliki tangga yang sangat bagus untuk spot OOTD.

Comments

Popular posts from this blog

Waste to energy: dari Pegadaian ke PLTSa

PostScript: tanggapan seorang Ibu

Berkah di balik masalah: kisah Post-It Notes