Posts

Showing posts from February, 2020

Indonesia policymaking is not supported by quality research and academic freedom

Indonesia policymaking is not supported by quality research and academic freedom
Policymaking sounds like a big word, and it is. Government policies determine how they deliver their programs and services that affect everyday lives. And Indonesia needs good policies. It’s at a critical juncture.
Until 2030, Indonesia will have more people of productive age than children and older people. But, without good policies, the country might miss this window of opportunity. It might turn old before it becomes rich.
To succeed in delivering programs that help eliminate poverty, ensure people are fed nutritious food, have quality education, are resilient to natural disasters and respectful of diversity, among others, the government must base policies on academically sound evidence. But our study, Doing Research Assessment, shows Indonesian policymaking is predominantly informed by research with poor theoretical engagement, with no strong tradition of peer review and with legal threats to academi…

Catatan kecil mengenai reaktor nuklir fisi

Catatan kecil mengenai reaktor nuklir fisi*
Oleh V. Christianto
Salam sejahtera para pembaca, 
Sepintas memang negara-negara yang memiliki reaktor nuklir fisi itu terkesan keren. Apalagi dibumbui mitos sementara kalangan bahwa energi nuklir fisi itu murah, aman dan bersih. Dalam artikel singkat ini, mari kita telaah dengan lebih teliti mengenai mitos tersebut. a. Mitos 1: Nuklir fisi itu murah Memang kalangan yang pro nuklir fisi selalu membanggakan bahwa energi nuklir fisi itu murah..
Namun kajian yang saksama menunjukkan bahwa secara keekonomian, PLTN di manapun tidak layak secara komersial.
"Since its inception more than 50 years ago, the U.S. nuclear power industry has been propped up by a generous array of government subsidies that have supported its development and operations. Despite that support, the industry is still not economically viable, according to a report released by the Union of Concerned Scientists. The report, “Nuclear Power: Still Not Viable Without Subsi…

Serpihan sumber radioaktif ditemukan, Bapeten ambil sampel tanah

Serpihan sumber radioaktif ditemukan, Bapeten ambil sampel tanah
Jakarta -  Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) telah menemukan sumber serpihan yang diduga menyebabkan kenaikan paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan. Bapeten pun mengambil tanah untuk dianalisis.
Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten Indra Gunawan menjelaskan tim gabungan Bapeten dan Batan melakukan pencarian sumber diduga penyebab kenaikan paparan radiasi pada 7-8 Februari.
"Menemukan beberapa serpihan sumber radioaktif. Setelah pengangkatan serpihan sumber radioaktif tersebut, dan dilakukan pemetaan ulang, ditemukan bahwa laju paparan mengalami penurunan, namun masih di atas nilai normal," jelas Indra dalam keterangan tertulis di situs resmi Bapeten, Jumat (14/2/2020).
Sumber:
(1) https://m.detik.com/news/berita/d-4899964/serpihan-sumber-radioaktif-ditemukan-bapeten-ambil-sampel-tanah (2) https://m.detik.com/news/ber…

Momen Eureka

Momen Eureka
Salam sejahtera,
Momen Eureka terasa seperti kilasan wawasan karena sering keluar periode ketika pikiran tidak fokus pada masalah, yang oleh psikolog disebut sebagai masa inkubasi. Inkubasi adalah tahap di mana orang mundur sejenak dari pekerjaannya.
Banyak dari orang-orang kreatif yang paling produktif sengaja mengesampingkan proyek dan mengambil istirahat fisik dari pekerjaan mereka dengan percaya bahwa tahap inkubasi ini adalah ketika ide-ide mulai menyatu di bawah ambang batas pikiran sadar.  Beberapa orang menyulap berbagai proyek pada saat yang sama di bawah keyakinan bahwa sementara pikiran sadar mereka berfokus pada satu proyek, yang lain sedang menginkubasi di bawah sadar mereka.
Wawasan yang muncul setelah inkubasi adalah apa yang rasanya seperti kita memanfaatkan kekuatan penghasil gagasan yang sama yang mendukung Newton dan Archimedes.(1)
Penelitian Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Sophie Ellwood baru-baru ini menemukan bukti empiris untuk kekuatan in…

Mitos kreativitas

Mitos kreativitas
Salam sejahtera saudaraku,
Burkus, seorang profesor ilmu manajemen, menggali kreativitas kembali ke mitos-mitos Yunani kuno. Beliau berargumen bahwa dalam mitologi Yunani, yang disebut kreativitas hanya dimiliki oleh segelintir orang yang dianugerahi para dewa percikan "api ilahi" tersebut, sehingga mereka kadang-kadang mengalami momen Eureka.
Menurut Burkus, tidak ada yang namanya percikan kreatif atau momen eureka; kreativitas sejati adalah proses berulang, sering kali terdiri dari perubahan yang lambat dan bertahap dan perkembangan untuk ide yang ada. Individu kreatif jarang berkembang dalam isolasi; pada kenyataannya, kelompok lebih baik dalam hal inovasi daripada individu. Ide-ide besar tidak selalu diakui pada awalnya; banyak yang butuh bertahun-tahun untuk dihargai, dan yang lain menghilang begitu saja.
Burkus juga menolak upaya perusahaan untuk mendorong kreativitas, dengan alasan bahwa ada sedikit bukti upaya tersebut menghasilkan lebih banyak i…

Filosofi Orang Jepang Mengenai Empati

"Filosofi Orang Jepang Mengenai Empati"

(Artikel ini saya peroleh dari seorang sahabat)

Hubungan antar manusia yang paling tinggi levelnya, yang terus diajarkan dari generasi ke generasi, diajarkan sejak balita & menjadi kiblat orang Jepang adalah "Empati".

Empati atau mem-posisi-kan diri menjadi ORANG LAIN
(memposisikan diri kita menjadi lawan bicara).

Kalau sedang ngomong sama Orang Tua, cobalah untuk menjadi orang tua yang sering "kebingungan" itu.

Sedang ngomong dengan "Anak Anda", maka jelmakan diri Anda menjadi anak yang bandel.

Sedang ngomong ke Customer atau Downline, maka menjelmalah menjadi dia terlebih dulu.

Mau ngomong ke Upline, Sahabat, Musuh, maka jadikanlah diri Anda diri mereka terlebih dulu & bila Anda menjadi dia, "apa yang ingin Anda dengarkan?"

Kenapa dompet yang jatuh di kereta Jepang, kemungkinan besar AKAN balik ke pemiliknya?

Karena yang menemukan langsung akan berpikir, bila uang di dompet ini saya amb…