Posts

Showing posts from February, 2020

Momen Eureka

Momen Eureka
Salam sejahtera,
Momen Eureka terasa seperti kilasan wawasan karena sering keluar periode ketika pikiran tidak fokus pada masalah, yang oleh psikolog disebut sebagai masa inkubasi. Inkubasi adalah tahap di mana orang mundur sejenak dari pekerjaannya.
Banyak dari orang-orang kreatif yang paling produktif sengaja mengesampingkan proyek dan mengambil istirahat fisik dari pekerjaan mereka dengan percaya bahwa tahap inkubasi ini adalah ketika ide-ide mulai menyatu di bawah ambang batas pikiran sadar.  Beberapa orang menyulap berbagai proyek pada saat yang sama di bawah keyakinan bahwa sementara pikiran sadar mereka berfokus pada satu proyek, yang lain sedang menginkubasi di bawah sadar mereka.
Wawasan yang muncul setelah inkubasi adalah apa yang rasanya seperti kita memanfaatkan kekuatan penghasil gagasan yang sama yang mendukung Newton dan Archimedes.(1)
Penelitian Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Sophie Ellwood baru-baru ini menemukan bukti empiris untuk kekuatan in…

Mitos kreativitas

Mitos kreativitas
Salam sejahtera saudaraku,
Burkus, seorang profesor ilmu manajemen, menggali kreativitas kembali ke mitos-mitos Yunani kuno. Beliau berargumen bahwa dalam mitologi Yunani, yang disebut kreativitas hanya dimiliki oleh segelintir orang yang dianugerahi para dewa percikan "api ilahi" tersebut, sehingga mereka kadang-kadang mengalami momen Eureka.
Menurut Burkus, tidak ada yang namanya percikan kreatif atau momen eureka; kreativitas sejati adalah proses berulang, sering kali terdiri dari perubahan yang lambat dan bertahap dan perkembangan untuk ide yang ada. Individu kreatif jarang berkembang dalam isolasi; pada kenyataannya, kelompok lebih baik dalam hal inovasi daripada individu. Ide-ide besar tidak selalu diakui pada awalnya; banyak yang butuh bertahun-tahun untuk dihargai, dan yang lain menghilang begitu saja.
Burkus juga menolak upaya perusahaan untuk mendorong kreativitas, dengan alasan bahwa ada sedikit bukti upaya tersebut menghasilkan lebih banyak i…

Filosofi Orang Jepang Mengenai Empati

"Filosofi Orang Jepang Mengenai Empati"

(Artikel ini saya peroleh dari seorang sahabat)

Hubungan antar manusia yang paling tinggi levelnya, yang terus diajarkan dari generasi ke generasi, diajarkan sejak balita & menjadi kiblat orang Jepang adalah "Empati".

Empati atau mem-posisi-kan diri menjadi ORANG LAIN
(memposisikan diri kita menjadi lawan bicara).

Kalau sedang ngomong sama Orang Tua, cobalah untuk menjadi orang tua yang sering "kebingungan" itu.

Sedang ngomong dengan "Anak Anda", maka jelmakan diri Anda menjadi anak yang bandel.

Sedang ngomong ke Customer atau Downline, maka menjelmalah menjadi dia terlebih dulu.

Mau ngomong ke Upline, Sahabat, Musuh, maka jadikanlah diri Anda diri mereka terlebih dulu & bila Anda menjadi dia, "apa yang ingin Anda dengarkan?"

Kenapa dompet yang jatuh di kereta Jepang, kemungkinan besar AKAN balik ke pemiliknya?

Karena yang menemukan langsung akan berpikir, bila uang di dompet ini saya amb…