Momen Eureka


Momen Eureka

Salam sejahtera,

Momen Eureka terasa seperti kilasan wawasan karena sering keluar periode ketika pikiran tidak fokus pada masalah, yang oleh psikolog disebut sebagai masa inkubasi. Inkubasi adalah tahap di mana orang mundur sejenak dari pekerjaannya.
Banyak dari orang-orang kreatif yang paling produktif sengaja mengesampingkan proyek dan mengambil istirahat fisik dari pekerjaan mereka dengan percaya bahwa tahap inkubasi ini adalah ketika ide-ide mulai menyatu di bawah ambang batas pikiran sadar. 
Beberapa orang menyulap berbagai proyek pada saat yang sama di bawah keyakinan bahwa sementara pikiran sadar mereka berfokus pada satu proyek, yang lain sedang menginkubasi di bawah sadar mereka.
Wawasan yang muncul setelah inkubasi adalah apa yang rasanya seperti kita memanfaatkan kekuatan penghasil gagasan yang sama yang mendukung Newton dan Archimedes.(1)

Penelitian
Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Sophie Ellwood baru-baru ini menemukan bukti empiris untuk kekuatan inkubasi untuk meningkatkan wawasan kreatif. Para peneliti membagi 90 mahasiswa psikologi sarjana menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok ditugaskan menyelesaikan Tes Penggunaan Alternatif, yang meminta peserta untuk membuat daftar sebanyak mungkin kegunaan benda-benda umum yang dapat mereka bayangkan. Dalam hal ini, para peserta diminta untuk membuat daftar kemungkinan penggunaan kertas. Jumlah ide orisinal yang dihasilkan akan berfungsi sebagai ukuran pemikiran yang berbeda, elemen penting kreativitas dan langkah penting menuju menemukan wawasan yang layak bagi orang Eropa.
Kelompok pertama mengerjakan masalah selama 4 menit terus menerus. Kelompok kedua terputus setelah dua menit dan diminta untuk menghasilkan sinonim untuk setiap kata dari daftar yang diberikan (dianggap sebagai tugas lain yang menjalankan kreativitas), kemudian diberi dua menit lagi untuk menyelesaikan tes asli. Kelompok terakhir diinterupsi setelah dua menit, diberi Indikator Tipe Myers-Briggs (dianggap sebagai tugas yang tidak berhubungan), dan kemudian diminta untuk terus mengerjakan tes penggunaan alternatif asli selama dua menit lagi. Terlepas dari kelompok, setiap peserta diberi jumlah waktu yang sama (4 menit) untuk mengerjakan daftar kemungkinan penggunaannya untuk selembar kertas. 

Tim peneliti kemudian dapat membandingkan kreativitas yang dihasilkan dari pekerjaan yang berkelanjutan, bekerja dengan masa inkubasi di mana tugas terkait diselesaikan, dan bekerja dengan masa inkubasi di mana tugas yang tidak terkait diselesaikan.
Yang menarik adalah, para peneliti menemukan bahwa kelompok yang diberi istirahat untuk mengerjakan tugas yang tidak berhubungan (tes Myers-Briggs) menghasilkan sebagian besar ide, rata-rata 9,8.(1)

Komentar
Selain metode beralih tugas sebagai cara  untuk inkubasi yang dijelaskan di atas, sebenarnya ada beragam cara untuk membangkitkan ide-ide dan wawasan segar. Lihat misalnya (3).
Salah satu cara yang cukup menarik adalah dengan memberikan asupan rutin kepada pikiran kita, misalnya setiap pagi, dengan dua kata yang dipadukan secara acak (random). 

Dahulu sekitar 2002-2003, penulis pernah membuat skrip kecil yang intinya: (a) menggunakan kamus Miriam-Webster atau Oxford sebagai data source, (b) memilih dua kata benda secara acak dari kamus tersebut, (c) menampilkan kedua kata tersebut sebagai frasa baru kepada user.
Bayangkan misalnya, suatu pagi ketika Anda sedang menikmati kopi dan sarapan, tahu tahu di layar HP Anda muncul frase aneh: "kucing es"... Pikiran Anda pasti mencari-cari apa gerangan makna atau penerapan frasa kucing es tersebut? Mungkin itu bisa berupa suatu pahatan es yang indah berbentuk kucing (biasanya di acara acara pesta besar ada ice carving).
Lalu besoknya Anda mendapati lagi : manusia salmon. Wah ini mengingatkan kita pada buku Raditya Dika.. :-)
Demikian seterusnya, kita cenderung menjadi lebih kreatif jika pikiran kita diasup secara rutin dengan hal-hal segar, yang bisa dibangkitkan dengan metode RWPG tersebut (random word-pair generator). 

Cara lain, yang mungkin lebih dekat dengan makna asli momen Eureka sebagai "divine moment," adalah menggunakan waktu secara sengaja untuk mengalami dan berkomunikasi dengan Tuhan dan alam.
Metode ini lebih dekat dengan pola pembelajaran eksperiensial. (5)
Misalnya Anda tiap pagi ambil waktu sejam untuk berjalan-jalan di hutan atau di sawah, amatilah hal-hal yang Anda temukan sepanjang jalan. Dan juga ambil waktu untuk berdoa dan berkomunikasi dengan Tuhan.
Metode pengalaman langsung (direct experience) ini dijelaskan oleh rekan kami Dr Robert Boyd. Kami juga mengusulkan terma baru yakni "intuilytics," sebagai gabungan antara intuisi (otak kanan) dan analisis (fungsi otak kiri). Bagi kami, inilah sumber penemuan-penemuan besar. Lihat artikel kami (4).

Sudahkah Anda mengalami "momen Eureka" Anda?

Versi 1.0: 10 februari 2020, pk. 7:52
VC

Bacaan:
(1) https://hbr.org/2014/03/how-to-have-a-eureka-moment
(2) Edward de Bono. How to be more interesting. Url: https://www.debono.com/Books/How-To-Be-More-Interesting
(3) Ken Hudson. Idea generator: tools for business growth. Url: https://www.amazon.com/Idea-Generator-Tools-business-growth-ebook/dp/B003KK5RFK
(4) V. Christianto, R.N. Boyd, & F. Smarandache. How to balance intuitive and analytic function of brain. EC Neurology, july 2019. Url: https://www.ecronicon.com/ecne/volume11-issue7.php
(5) Guntur Saragih. Url: https://www.kompasiana.com/guntur_saragih/58b7cefb147f61e306e7ed74/apakah-yang-dimaksud-experiential-learning

Comments

Popular posts from this blog

Waste to energy: dari Pegadaian ke PLTSa

PostScript: tanggapan seorang Ibu

Berkah di balik masalah: kisah Post-It Notes